Search
News

Page 1 of 4  > >>

Apr 23, 2013
Category: WARTA HEBRON
Posted by: admin
Once and for all
Apr 15, 2012
Category: WARTA HEBRON
Posted by: admin
MAJELIS GPdI 2012-2017
Dec 5, 2011
Category: WARTA HEBRON
Posted by: admin
Nov 6, 2011
Category: WARTA HEBRON
Posted by: admin
Oct 30, 2011
Category: WARTA HEBRON
Posted by: admin
Aug 7, 2011
Category: WARTA HEBRON
Posted by: admin
Ibadah Bisnis Profesi & Karyawan GPdI Hebron
Jul 24, 2011
Category: WARTA HEBRON
Posted by: admin
Jul 24, 2011
Category: WARTA HEBRON
Posted by: admin

 

Jul 13, 2011
Category: WARTA HEBRON
Posted by: admin
Jun 8, 2011
Category: WARTA HEBRON
Posted by: admin
 

Life Without Limits

Tanpa Lengan & Tungkai, Aku Bisa Menaklukkan Dunia

Oleh Nick Vujicic SINOPSIS

“Orang kerap bertanya bagaimana aku bisa bahagia walaupun tidak punya lengan dan tungkai. Jawaban cepatku adalah aku punya pilihan. Aku bisa merasa marah karena tidak punya tungkai, atau aku bisa bersyukur karena punya tujuan. Aku memilih sikap bersyukur. Kau juga bisa melakukannya.”—Nick Vujicic



Life Without Limits adalah buku inspiratif yang ditulis oleh orang biasa. Nick Vujicic, yang terlahir tanpa lengan dan tungkai, mengatasi cacat tubuhnya dengan menjalani kehidupan yang tidak hanya mandiri, tapi juga kaya dan penuh; menjadi teladan bagi siapa pun yang mencari kebahagiaan abadi. Dia sekarang merupakan pembicara motivasi yang sukses secara internasional. Pesan utamanya: tujuan terpenting siapa pun adalah menemukan tujuan hidup, terlepas dari kesulitan apa pun atau rintangan apa pun yang sepertinya mustahil dilalui.

Nick menceritakan cacat fisik dan pertempuran emosi yang dialaminya saat berusaha mengatasi keadaannya semasa kecil, remaja, dan menjelang dewasa muda. “Untuk waktu yang terasa sangat lama dan sepi, aku bertanya-tanya apakah ada orang lain di dunia yang seperti aku, serta apakah ada tujuan lain dalam kehidupanku selain rasa sakit dan terhina.” Dia berbagi tentang bagaimana imannya terhadap Tuhan menjadi sumber kekuatan utamanya dan menjelaskan bahwa begitu dia menemukan tujuan kehidupan—menginspirasi orang lain untuk menjadikan kehidupan mereka serta dunia lebih baik—dia mendapatkan kepercayaan diri untuk membangun kehidupan tanpa batas yang produktif dan membawa berkah.

 

Sumber : www.gramediashop.com - Buku Life Without Limits - Nick Vujicic

Blessed Hebron Family
an image
You are here: Home

Home



MELAKUKAN YANG BAIK

Oleh : Pdt. dr. Tonny Tjia ( Singapura )

Lukas 10:38-41; Mazmur 37:3a

Sebagai orang Kristen yang benar, kita harus melakukan yang baik seperti yang tertulis dalam kitab Mazmur 37:3. Melakukan yang baik bukan karena terbiasa tetapi untuk memberikan sesuatu yang berkenan kepada Tuhan. Melakukan yang baik merupakan bagian dari pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada pemberian materi saja, namun bisa juga memberikan penghiburan kepada yang sedang bersusah hati, memberikan waktu, perhatian, mendengarkan keluh kesah orang lain, dsb.

Dalam Lukas 10:38-41, Martha selalu melakukan yang  baik yaitu melayani orang lain. Tuhan Yesus tidak mengkritik apa yang dikerjakan Martha, melainkan Dia mengatakan bahwa apa yang telah dikerjakan Maria jauh lebih baik yang  menyediakan waktu bersama Yesus dan mendengarkan pengajaranNya. Tuhan Yesus pun tidak hanya melayani saja, tetapi Dia suka mendengarkan suara Allah Bapa melalui doa.

Seringkali di gereja diajarkan supaya kita memberi, tetapi tidak diajarkan untuk menerima. Memberi itu suatu tindakan yang penting, demikian juga halnya dengan. Ada pemahaman yang tidak benar bahwa Allah akan memberkati jika kita bertingkah laku baik, begitu sebaliknya jika tingkah laku kita buruk maka Dia tidak memberikan berkat-Nya. Tuhan memberkati bukan berdasarkan tingkah laku kita yang baik, tetapi karena karya Yesus di kayu salib yang sudah sempurna.  Hal tersebut membuat kita berani meminta kepada Tuhan Yesus supaya diberkati, maka iman pun terus bertumbuh dan bangkit.

Oleh sebab itu kita perlu memiliki waktu bersama Tuhan Yesus, melalui membaca Firman Tuhan. Sekalipun membaca PL tentang Yusuf, kita melihatnya sebagai gambaran dari Tuhan Yesus.

Berikut cara menikmati berkat-berkat dari Tuhan Yesus:

  1. Jangan lupa memecah-mecahkan roti untuk mengingat bahwa Yesus sudah mati bagi kita.
  2. Mengingat pentingnya pengolesan minyak bagi orang yang sakit.
  3. Senantiasa mengingat dan mengucapkan Firman Tuhan.

Bahasa hanya sarana untuk berkomunikasi, tetapi Firman Allah penuh dengan kuasa. Jadi ketika kita memperkatakan Firman Tuhan dalam situasi apapun juga, Firnma-Nya berkuasa untuk menolong kita.

  1. Merenungkan Firman Tuhan yang akan memberikan perubahan pola pikir.
  2. Selalu ingat pentingnya kuasa kebersatuan.

Yesus berkata: “ Sebab di mana dua tiga orang berkumpul dalam namaKu, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Jika saat ini kita sedang mengalami masalah, undanglah 2 atau 3 teman-teman seiman  untuk datang dan berdoa dengan sepakat dalam satu kesatuan.

  1. Selalu ingat berkat- berkat Tuhan.
  2. Meyakini bahwa Allah selalu beserta kita.

ROH KUDUS MEMBAWA PERUBAHAN

Oleh : Pdt. Brodland  ( USA )

Roh Kudus sangat penting bagi kita sebagai gereja Tuhan, yaitu untuk memimpin dan mampu membuat perubahan dalam kehidupan kita. Ada banyak lukisan yang melambangkan tentang Roh Kudus yang dapat membuat perubahan disekitarnya, antara lain:

* Angin memiliki tenaga, membawa kehidupan, juga mampu membuat perubahan lingkungan (contoh: air laut yang tadinya tenang bisa berubah menjadi gelombang yang besar karena tiupan angin yang kencang)

* Sungai yang mengalir tidak hanya bertenaga, namun juga dapat memberikan perubahan terhadap tanah yang tandus menjadi berumput hijau, dsb.

Dalam dunia ini seringkali kita menghadapi masalah yang dapat mengecewakan, menimbulkan kesulitan, dlsb. Tetapi Roh Kudus mampu membuat perubahan bagi diri kita, lingkungan dan apapun juga yang kita hadapi (2 Korintus 3:17-18). Oleh sebab itu kita perlu Roh Kudus dan menyambutNya dalam kehidupan kita.

Berikut peran Roh Kudus yang mampu memberikan perubahan:

1. Kehidupan Raja Saul

Raja Saul adalah raja pertama Israel yang mengecewakan hati Tuhan. Pada awalnya Roh Kudus memenuhi Saul, sehingga ia menjadi manusia lain, memiliki pengalaman bernubuat bersama-sama rombongan nabi, dan membuat heran orang-orang disekitarnya (1 Samuel 10:6-12).

Demikian juga kalau dipenuhkan dengan Roh Kudus akan ada perubahan dalam diri kita, pengalaman-pengalaman yang luar biasa bersamaNya, juga mampu membuat perubahan dilingkungan dimana kita berada.

2. Hari perkabungan menjadi hari sukacita

Dalam kitab Ester, Tuhan memakai kehidupan Ester sebagai permaisuri raja Ahasyweros untuk menolong umat Allah dari rencana pembunuhan masal oleh pembenci orang-orang Yahudi yaitu Haman. Ia membuat undang-undang atas persetujuan raja yang tak mungkin dapat  dirubah yaitu pemusnahan orang-orang Yahudi di dalam wilayah kerajaan Media Persia. Tuhan membongkar kejahatan Haman dihadapan raja melalui Ester, sehingga undang-undang yang mendatangkan kematian atas orang-orang Yahudi, berubah menjadi undang-undang baru yang mendatangkan kemenangan, sukacita bagi seluruh orang Yahudi (Ester 9:1, 22).

Dia Tuhan yang sama hingga saat ini, yang tidak pernah berubah. Oleh karena itu yakinilah bahwa saat ini pun dengan berbagai cara Dia membuat perubahan dalam hidup kita, apabila anda mengalami beban yang berat, penuh tangisan, dan kesusahan, maka Allah sanggup mengubah sehingga anda menjadi orang yang berkemenangan dan bersukacita.

3. Si mandul yang dapat melahirkan

Hana seorang perempuan mandul yang mengalami tekanan, serta ejekan dari Penina istri yang lain dari suaminya. Selain itu kesedihan bertambah saat dia berdoa kepada Tuhan di bait Allah, ia dianggap perempuan yang sedang mabuk oleh Imam Eli. Kemudian Hana memberikan alasannya kepada Imam Eli, kalau dia sedang berkeluh kesah kepada Tuhan. Dan Imam Eli pun berkata kepada Hana bahwa Allah akan memberikan anak sesuai dengan permintaannya. Lalu Hana pulang dengan muka yang penuh sukacita dan mau makan. Sesuai janji Tuhan melalui Imam Eli, setahun kemudian Hana yang mandul memiliki anak laki-laki yang diberi nama Samuel (1 Samuel 1:6-20).

Saat ini jika kita mengalami kegagalan, tidak ada  berhasil sehingga diejekan dan dihina oleh keluarga atau orang-orang terdekat, segeralah datang kepada Tuhan serta yakinilah RohNya mampu merubah keadaan, menolong dan membuat kita bersukacita dan menjadi orang-orang yang berhasil.

4. Seorang yang tak berguna menjadi berguna (Filemon 1)

Onesimus adalah seorang budak di rumah Filemon yang melarikan diri karena mencuri uang tuannya. Lalu ia tertangkap lalu dimasukkan dalam penjara. Di dalam penjara Onesimus bertemu dengan Paulus dan ia mengalami lahir baru. Melalui bimbingan Paulus, Onesimus pun menjadi seorang yang dikasihi dan berguna. Pauluspun menulis surat kepada Filemon supaya menerima Onesimus kembali di rumahnya sebagai saudara seiman, karena dia yang dahulu tidak berguna sekarang menjadi seorang yang berguna baik bagi Paulus maupun dirinya.

Seperti Roh Allah dapat membuat kehidupan Onesimus berubah, demikian juga Roh Kudus dapat merubah kita yang tidak berguna, dianggap merugikan orang lain menjadi seorang yang berarti bagi lingkungan dan memberikan keuntungan bagi orang lain.

 

MEMBUAT PILIHAN BIJAKSANA

Pdt. Soerono, M.Th

“Kita adalah apa yang kita pilih”, pernyataan sederhana yang menerangkan bahwa kita ada seperti sekarang ini karena pilihan-pilihan yang telah diperbuat pada masa lalu. Contonhya:  Mengapa ada yang mengantuk saat beribadah? Karena bergadang sepanjang malam dikarenakan menonton televisi, mengerjakan tugas atau ngobrol dengan teman dan lain sebagainya. Pilihan ada di tangan kita apakah bergadang sepanjang malam atau tidur lebih awal supaya saat beribadah tubuh ini terasa segar. Jack Siwindol pernah menulis pada bukunya yang berjudul “Simple Faith”,  bahwa tidak ada  pasangan suami istri yang tiba-tiba bercerai, tidak ada rumah tangga yang tiba-tiba rusak, tidak ada gereja yang tiba-tiba pecah, itu merupakan proses yang lambat berdasarkan pilihan-pilihan yang tersembunyi. Artinya pilihan-pilihan yang kita ambil menentukan segala-galanya dalam hidup ini.

Di dalam Kejadian 13: 1-18, kita akan belajar dari dua tokoh yaitu Abraham yang dipanggil oleh Allah menuju tanah perjanjian dan Lot yang ikut serta dengannya. Dan pada suatu titik mereka berdua harus membuat suatu keputusan penting perihal tempat tinggal dan daerah dimana kawanan kambing-domba mereka bisa mencari makan. Bila kita membaca seluruh kitab Kejadian 13, maka kita tahu betul bahwa Abraham mengambil keputusan yang benar sedangkan Lot melakukan tindakan yang salah, jika ditinjau dari hasil dan akibat atas keputusan tersebut.

Ada tiga kebenaran yang perlu kita perhatikan untuk menjadi dewasa didalam mengambil keputusan, yaitu:

1.       Semakin banyak yang kita miliki, semakin rumit pula hidup ini.

Misalnya kita punya satu sepeda motor, perawatanya tentu sangat diperhatikan mulai dari kebersihannya, ganti oli, bensin, dlsb. Tetapi bila kita mempunyai empat sepeda motor akan sangat merepotkan dan sangat berbeda dibanding mempunyai satu sepeda motor saja. Demikian juga konflik yang terjadi antara Abraham dan Lot, sumbernya adalah harta mereka yang sangat banyak. Ayat 6 “tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama sebab harta mereka amat banyak . . . . . .” Seringkali persaudaraan putus gara-gara uang, maupun harta. Alangkah baiknya jika kita meneladani gaya hidup Tuhan Yesus yang sederhana, karena yang menentukan kualitas hidup bukanlah apa yang kita punya tetapi bagaimana memandang hidup ini dan menjalaninya. Rasul Paulus berkata di dalam 1 Timotius 6: 6 “Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup memberikan keutungangan besar.” Seorang penulis Alister Beck menjelaskan lebih spesifik bahwa kita tidak akan hidup cukup kalau:

a.       Pikiran mengenai uang menguasai hari-hari kita

b.      Sukses orang lain membuat kita iri

c.       Mendefenisikan sukses dalam kaitanya dengan apa yang aku miliki dari pada apa yang kumiliki didalam Kristus

d.      Keluarga terabaikan karena mengejar sukses secara terus menerus

e.      Menutup mata terhadapa kebutuhan orang lain

f.        Takut kehilangan apa yang kita miliki

g.       Allah mendapat sisa ketimbangan mendapat uang sulung

Bila hal-hal ini mewarnai hidup kita satu hal saja solusinya, yaitu: BERTOBAT.

 

2.       Keputusan yang bijak dimulai dengan bertanya yang benar.

Keputusan dan pilihan yang dibuat oleh Lot adalah salah dilihat dari akibat dan hasil yang diterimanya, mengapa demikian? Karena saat Lot mengambil keputusan, pertanyaan yang mucul ternyata hanya pertimbangan jasmani saja. Ayat 10 “Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh lembah Yordan banyak airnya seperti taman Tuhan, seperti tanah Mesir. . . . .” Pertanyaan yang muncul saat itu adalah:

-        Apa yang paling mengutungkan aku?

-        Apa yang paling menyenangkan aku?

Bila kita bandingkan dengan Yakobus 4: 13 “. . . . .dan disana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, ayat 14 “ . . . . .hidup itu sama sepeti uap yang sebentar kelihatan lalu lenyap.” Maka pesan moral kepada kita adalah jangan membuat rencana lebih dulu dan punya target ini dan itu semetara Tuhan berada di luar dari program kita. Sebaiknya tatalah masa depan bersama-sama dengan Tuhan.

3.       Dalam setiap keputusan percayalah kepada pemeliharaan Allah.

Sering dalam hidup ini kita mengambil keputusan yang salah sebab mengandalkan kekuatan diri sendiri, lupa akan pemeliharaan Allah yang sempurna dan mengabaikan pertolonganNya. Ingatlah pada saat kita mengambil jalan yang sempit demi Kristus,  percayalah ada upah yang besar menanti disana. Ayat : 4 “. . . . .disitulah Abrahm memanggil nama Tuhan.” Begitu Abraham beribadah kepada Tuhan pola pikirnya berubah, dia sadar bahwa seluruh hidupnya berada didalam tanganNya. Itu sebabnya Abraham tidak segan-segan menawarkan kepada Lot untuk memilih lebih dulu apakah ke kanan atau ke kiri. Dipemandangan dunia, kita ini seperti orang bodoh karena sering mengabaikan kesempatan yang semestinya menguntungkan secara finansial, tetapi kita lebih memilih membiarkan Tuhan bekerja menurut waktuNya. Kisah Para Rasul 17: 28, menerangkan bahwa kehidupan kita ada dalam tangan Tuhan. Oleh sebab itu percayalah kepada Dia yang sanggup memelihara hidup kita.


HIDUP PENUH KESUNGGUHAN DIDALAM TUHAN

Pdt. Ferry Soriton, S.Th

 

Ibrani 4:1-2, “Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentianNya masih berlaku. Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya”.

Dari ayat bacaan kita diatas, ada 2 kelompok atau 2 cara hidup gereja akhir zaman yaitu :

1. Kelompok yang hidupnya bersungguh-sungguh dalam Tuhan.

2. Kelompok yang hidupnya asal-asalan terhadap Tuhan.

Ayat 6 memberi penjelasan lebih lagi yaitu : “Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka”.

Kelompok pertama adalah kelompok yang meresponi Firman Allah dan hidup taat kepada Allah. Sebaliknya kelompok kedua adalah kelompok yang sudah tahu kebenaran Firman tetapi hidupnya tidak takut kepada Allah.

Dalam kitab Wahyu, disebutkan ada 7 gereja Tuhan. 2 diantaranya adalah jemaat Laodikia dan Filadelfia. Salah satu kelompok yang dikecam Allah sebab mereka tidak sungguh-sungguh dalam Tuhan yaitu jemaat Laodikia. Jemaat ini disebut dengan jemat yang tidak panas dan tidak juga dingin atau jemaat yang suam-suam kuku. Sedangkan jemaat Filadelfia adalah jemaat yang dipuji Tuhan, sebab mereka menurut Firman Allah dan mereka bersungguh-sungguh mengikuti Tuhan.

A. Berikut ini tanda-tanda dari gereja atau orang yang hidupnya sungguh-sungguh didalam Tuhan :

1. Memiliki kewaspadaan (ayat 1).

Waspada terhadap hal apa sajakah?

a. Lukas 12:15, "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu".

Jemaat yang sungguh-sungguh adalah jemaat yang waspada terhadap kekayaannya. Pada suatu keadaan memang harta dapat membantu kita. Tetapi pada titik tertentu, harta tidak dapat menolong kita. Perangkap iblis hari-hari ini adalah cinta akan uang. Sasaran utama kita bukanlah uang tetapi kemuliaan di sorga. Banyak orang mengorbankan keselamatan mereka karena uang. Jangan sampai uang memisahkan kita daripada Tuhan. Kekayaan dapat menjerumuskan orang kedalam dosa.

b. II Petrus 3:17, “Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh”. Waspada jangan sampai kita terseret dengan orang-orang yang tidak mengenal hukum Firman Tuhan. Firman yang kita dengar setiap saat, peganglah itu dan jangan lepas keyakinan kita. Jangan sampai lepas sebab pengorbanan Yesus di kayu salib bagi kita sangat mahal harganya yaitu dengan harga darahNya. Waspada dengan pengajaran hari-hari ini. Banyak ajaran yang nampak Alkitabiah tetapi sebenernya menyesatkan. Mintalah hikmat Tuhan agar ita dapat membedakan mana ajaran yang dari Tuhan dan mana yang tidak. Mililah kewaspadaan tingkat tinggi terhadap berbagai ajaran yang ada.

2. Hidup bertumbuh didalam Tuhan (ayat 2).

Untuk menjadi orang Kristen yang waspada maka kita harus bertumbuh dalam Tuhan. Kekristenan yang benar adalah yang selalu mengalami pertumbuhan dari hari ke hari. Kita diibaratkan seperti bayi yang minum susu murni sampai ia bertumbuh menjadi besar dan semakin dewasa. Iman kitapun harus bertumbuh. Seiring berjalannya waktu kita semakin setia, kita mengambil bagian dalam ibadah dan pelayanan. Jangan berkata “Maaf, saya tidak bisa”. Jika iman dan kerohanian kita tidak bertumbuh maka kita tidak akan berbuah. Gereja yang sungguh harus ada pertumbuhan yang ALKITABIAH, yaitu pertumbuhan yang disiram dengan Firman Allah dan Roh Kudus. Pertumbuhan kekristenan selalu ada hubungannya dengan Firman Tuhan. Marilah kita perdulikan lebih dahulu kebutuhan rohani kita. Sudahkah pertumbuhan rohani kita semakin bertumbuh dalam Yesus? Efesus 4:15, “tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala”. Didalam kasih kita bertumbuh dalam Tuhan. Hidup akan indah jika ada pertumbuhan rohani. Jika suami takut Tuhan maka isteri akan bangga dan suami akan menjadi imam yang baik terhadap anak-anak. Sebaliknya jika isteri bertumbuh kerohaniannya, suami akan menjadi bangga sebab memiliki penolong yang baik. Milikilah pertumbuhan rohani. Jangan sampai yang menjadi pokok doa kita hanyalah agar bisnis kita bertumbuh. Jadilah orang muda yang bertumbuh rohaninya agar orangtua menjadi bangga. Pertumbuhan rohani ini sangat penting.

B. Tanda dari gereja atau orang yang hidupnya tidak sungguh-sungguh didalam Tuhan yaitu : Tidak memberi diri untuk taat kepada Firman (ayat 6).

Karena ketidak-taatan mereka maka mereka tidak masuk dalam perhentian yaitu surga yang kekal. Gereja atau orang Kristen yang tidak taat akan mengalami hal yang sangat berbahaya yaitu binasa.

Milikilah kunci keberhasilan yaitu bersungguh-sungguh dalam Tuhan. Amin.

 

--------------------------------

 

ALLAH  KASIH KEPADA YANG MENGASIHI DIA

Oleh : Pdt. Benny Suryanto ,Sth

Amsal 8: 17a

“Aku mengasihi orang yang mengasihi aku...”

Bagaimana halnya jika saudara tidak mengasihiNya? Tentunya, Allah tidak mengasihi saudara. Ini membuktikan bahwa Allah yang kita sembah:

-           Allah yang adil,

-           Bukanlah Allah yang murahan

Di dalam Alkitab baik, PL maupun PB ada tokoh-tokoh yang mengasihi Allah. Berikut kita akan mempelajari salah satu diantaranya. Lima kali tertulis bahwa orang yang satu ini adalah murid yang dikasihi Tuhan, dia adalah Yohanes. Bukti-bukti Yohanes mengasihi Yesus adalah sebagai berikut:

  1. Kedekatan hubungannya dengan Yesus

Yohanes 13:23 ditulis, tatkala Yesus mengadakan perjamuan malam. Orang tersebut bersandar di dada Yesus (terjemahan NIS). Hal ini menunjukkan bahwa murid yang satu ini memiliki hubungan yang sangat akrab dengan Tuhan. Mana mungkin dia berani menyandarkan tubuhnya di dada Yesus kalau dia tidak memiliki hubungan yang dekat dengan gurunya. Orang yang dekat dengan Tuhan ditandai dengan komunikasi yang berkesinambungan. Kekariban dapat dibangun melalui komunikasi, yaitu: doa, memuji Tuhan, mencintai Firman Allah (Alkitab). Buku Allah merupakan surat cintaNya yang ditujukan kepada kita. Selanjutnya adalah melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh dengan bersekutu dengan dia (1 Korintus 15:58)

  1. Setia mengiring Yesus sampai di kayu salib (Yohanes 19:25)

Tuhan Yesus memiliki 70 murid lain  disamping 12 murid inti. Di mana tatkala Yesus di salib, Petrus mengikuti Yesus dari jauh, tetapi tidak halnya dengan Yohanes, dia beserta 4 wanita berdiri dekat salib Yesus. Hal ini tentu saja beresiko besar sebab mereka pasti dianggap pro kepada Yesus, juga beresiko besar menghadapai pengucilan oleh tokoh-tokoh agama. Bagaimana pengiringan saudara dengan Tuhan? Orang yang mencintai Tuhan, pasti rela menderita.

  1. Mengingat dan meyakini apa yang dikatakanNya Yohanes 19:25

Tatkala kematianNya, Petrus dan Yohanes menuju ke kubur, karena berita dari Maria Magdalena. Petrus menjenguk ke dalam kubur dan melihat kain kafan dan peluh, tetapi tanpa ada reaksi. Tetapi tidak demikian dengan Yohanes, ketika dia melihat kain kafan yang tetap tergulung, layaknya kepompong, maka percayalah dia bahwa Yesus bangkit dari kematian sesuai dengan apa yang Ia katakan berulang-ulang kepad murid-muridNya. Sejauh mana keakraban saudara dengan Tuhan? Ini harus dibuktikan juga  sejauh mana saudara mengingat dan mempercayai firmanNya.

  1. Yesuslah segala-galanya (Yohanes 21:5-7)

Peristiwa di Tasik Tiberias memberi informasi bahwa murid-murid sedang menjala ikan, namun hasilnya nihil. Yesus memerintahkan: “tebarkan jalamu disebelah kanan perahu.” Murid-murid memperoleh  tangkapan ikan yang besar. Tatkala hal itu terjadi Yohanes segera berkomentar: “itu Tuhan.” Segera ia meninggalkan tangkapannya dan terjun ke air untuk menghampiri Yesus. Tangkapan ikan besar identik dengan uang  yang besar yang ia peroleh, maka urusan dengan isi perut terpenuhi. Tetapi Yohanes berani meninggalkan semuanya, karena Yesus lebih penting dari hal tersebut. Banyak orang Kristen lebih mengutamakan memburu uang, urusan hidup ketimbang mengutamakan Dia. Bagaimana halnya dengan saudara?

  1. Tradisi memberikan informasi bahwa Yohanes mati syahid, dibunuh secara tidak  wajar. Murid yang mengasihi Tuhan ini bukan saja rela mati menderita, bahkan mati sekalipun demi mengasihi Allah. Itulah sebabya tidak salah kalau murid yang satu ini dikasihi oleh Tuhan.